Rabu, 13 Februari 2019

Jangan Percaya Mitos ini Jika Ingin Ketemu Cinta Sejati

Jangan Percaya Mitos ini Jika Ingin Ketemu Cinta Sejati

Ada begitu banyak mitos dalam sebuah hubungan yang terus berkembang saat ini. Saking besarnya kekuatan mitos itu bahkan sanggup membuat seseorang percaya dan hingga Anda tidak benar-benar memahami menemukan cinta sejati.

Pencarian cinta Anda belum berakhir hingga saat ini? Kemungkinan Anda masih terjebak dalam mitos-mitos yang mengelilingi beberapa waktu ke belakang. Percayalah, tidak semua hal dapat berjalan sesuai keinginan dan rencana Anda.

Kendati demikian, ada baiknya untuk terus berusaha melakukan yang terbaik dan salah satunya untuk tidak percaya mitos-mitos. Jika Anda percaya, siap-siap tak menemukan cinta sejati. Ketahui 3 mitos yang wajib Anda tinggalkan seperti dilansir dari yourtango.

1. Memberi Sama dengan Mendapatkan

Anda pasti pernah mendengar mengenai hukum gaya tarik-menarik bukan? Ya, itu adalah jika Anda mengeluarkan getaran dan memikirkan hal yang positif akan mendapatkan balasan yang salam. Hukum karma juga bernada sama, lakukan perbuatan baik dan Anda akan menuai baik.

Dua hal tersebut berharga, namun mereka tidak sama dengan pikiran bahwa memberi banyak akan menginspirasi mereka untuk melakukan yang sama untuk Anda. Memang benar dalam setiap hubungan harus memberi dan menerima namun Anda perlu ingat jangan memberi lebih banyak dari yang telah diberikannya kepada Anda, dan itu termasuk ekspresi cinta.

2. Eksklusivitas Mengarah ke Komitmen dan Pernikahan

Hubungan nampak mudah ketika bertemu pasangan tepat, pacaran, hingga menikah. Namun terkadang hal tersebut berhasil dengan cara lain. Tetapi menjadi eksklusif dengan seseorang tidak menjamin Anda akan dilamar.

Perlakukan hubungan seperti seharusnya. Luangkan waktu bertemu banyak pria berbeda, mengenal mereka, dan cari tahu apa yang Anda cari dalam sebuah hubungan. Satu hal yang paling penting adalah belajar menjadi diri sendiri dan percaya akan proses.

3. Menunjukkan Perasaan Akan Membuatnya Takut

Anda mungkin saja percaya jika pasangan Anda merasa takut oleh perasaan, sehingga cenderung untuk merendahkan emosi karena takut menciptakan ketegangan dengannya. Namun, pada kenyataannya pasangan Anda tidak menolak perasaan tersebut.

Komunikasikan perasaan dengan bahasa sederhana dengan cara yang tidak menyalahkan. Hingga akhirnya dapat bertemu dengan cinta sejati yang dapat berhubungan tanpa membiarkan emosi mengendalikan.

0 komentar:

Posting Komentar