Jumat, 17 Mei 2019

Cara Membeli Tanah Ke Orang yang Sedang BU Agar Tidak Tertipu


Cara Membeli Tanah Ke Orang yang Sedang BU Agar Tidak Tertipu

Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan yang cukup penting bagi sebuah keluarga. Rumah yang nyaman tentunya akan menambah kualitas istirahat dan bertambahnya waktu yang berkualitas bersama keluarga. Oleh karena itu, bagi yang belum memiliki tempat tinggal teliti memilih rumah atau tanah yang nantinya akan dibangun rumah merupakan hal yang cukup penting. Dilansir dari wikipedia, jenis hunian yang ada di masyarakat saat ini sangat bermacam-macam mulai dari tipe rumah tunggal, rumah tapak, cluster, hingga apartemen.

Dalam mencari tanah jual cepat hingga proses pembeliannya tidak semudah membeli barang elektronik yang hanya melihat fisik dan spesifikasinya saja. Setelah itu nantinya dapat dilakukan pembayaran dengan disertai bukti berupa kwitansi. Pada tata cara jual beli tanah, proses tentunya harus lebih teliti dengan memerlukan beberapa tahap agar dapat terhindar dari kemungkinan terjadinya sengketa di masa depan. Perlu pertimbangan yang tak sedikit sebelum melakukan pembelian.

Ketika Anda berminat untuk membeli tanah, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini:

Ketahui Penyebab Jual Beli Tanah yang Dianggap Tidak Sah
Ketika ada yang menawarkan tanah jual cepat, Anda perlu menelusuri terlebih dahulu bahwa tanah yang akan dibeli harus dipastikan tidak sedang dalam sengketa. Pastikan tidak dalam tanggungan dari pihak tertentu atau tidak sedang dalam penyitaan dari penjamin tanah sebelumnya. Anda juga perlu memeriksa kondisi atau keadaan tanah yang akan dibeli dengan memeriksa sendiri dan apakah sesuai dengan surat-surat tanah atau sertifikat tanah. Anda juga perlu mencocokan keadaan fisik misalnya ukuran luas tanah dengan letak tanah apakah sudah sesuai dengan yang tertera di dalam sertifikat.
Selain itu dalam pembelian tanah, diperlukan bukti yang kuat dalam mendukung proses jual beli tersebut. Proses jual beli sebaiknya bukan hanya sekedar kuitansi pembelian yang biasa. Kedudukan jual beli secara sah akan lebih kuat bila dilengkapi dengan kelengkapan bukti berupa keterangan surat jual beli. Hal tersebut biasanya dibuat dalam bentuk berupa akta atau biasa dibuat akta tanah.

Ketahui Keadaan Tanah
Bila ingin membeli tanah jual cepat, walau untuk sebuah investasi atau untuk membangun rumah sendiri maka sebaiknya Anda mengecek kondisi tanah. Secara fisik perlu mengecek ukuran atau luas tanah, batas-batas tanah, bentuk tanah, serta keadaan tanah yang dibeli. Untuk ukuran dan batas tanah perlu dipastikan apakah sesuai dengan keterangan surat tanah dan batas yang sesuai dengan batas tanah orang lain.

Kadang tanah kosong yang akan dijual tidak nampak jelas batasnya. Selain itu menilai luas tanah juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, apakah luasnya sudah sesuai dengan rencana pembangunan rumah. Selain itu Anda juga perlu meninjau lokasi tanah terhadap lingkungan untuk melihat nilai investasinya dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini perlu bagi orang yang memang akan membeli tanah untuk tujuan investasi.

Memeriksa Surat-surat Tanah serta Hak Pemilik
Setelah melihat tanah jual cepat yang Anda minati, maka perlu mencocokkan keadaan fisik tanah terhadap keterangan dari surat kepemilikan atau sertifikat. Hal yang dinilai dapat berupa luas tanah atau ukuran tanah, letak tanah, bentuk tanah serta batas-batas tanah apakah sudah sesuai dengan keadaan fisik yang diperkirakan atau belum. Selain itu juga perlu memastikan kesesuaian nama pemilik hak dalam sertifikat dengan orang yang mengaku sebagai pemilik tanah tersebut sekarang.
Jika kita mendapatkan perbedaan nama antara pemilik yang tercatat dalam sertifikat tanah jual cepat tersebut dengan identitas yang saat ini sebagai pemilik maka tidak ada salahnya untuk mengecek atau memastikan kembali. Pastikan apakah tanah tersebut milik perorangan atau kelompok orang misalnya warisan keluarga.

Memakai Jasa Notaris PPAT Saat Proses Jual Beli
Dalam proses jual beli tanah, sebaiknya pembeli jangan ragu atau sungkan untuk mengeluarkan dana tambahan menyewa jasa notaris PPAT dalam membantu proses jual beli tanah. Hal ini bertujuan aga dari pihak PPAT dapat mengecek kondisi sertifikat dengan tanah apakah sesuai serta tidak ditemukannya permasalahan pada sertifikat sebagai surat hak milik tersebut sebelum proses jual beli. Pihak PPAT bisa mengecek juga keaslian sertifikat di badan pertanahan untuk menghindari permasalahan atau sengketa pemalsuan sertifikat.

Membuat AJB dan Balik Nama
Dengan memakai jasa notaris PPAT maka proses jual beli dapat lebih kuat dengan adanya saksi dari PPAT. Selain itu kita bisa membuat surat kuasa atau akta tanah dari tanah jual cepat tersebut serta meminta dilakukannya balik nama hak pemilik tanah. Segala surat permohonan dapat dibantu dibuat oleh pihak PPAT, sementara untuk jual beli biasanya baik kita maupun pihak penjual akan diminta untuk menyiapkan berkas surat pembayaran PBB, sertifikat tanah dan IMB  jika masih ada tanggungan dari pihak ketiga.

Itulah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan membeli tanah jual cepat. Jangan karena sekilas tampak pas untuk dibeli lantas mengabaikan beberapa hal penting untuk Anda. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat untuk Anda pertimbangkan.

0 komentar:

Posting Komentar