Rabu, 08 Januari 2020

5 Kelemahan Menjadi Karyawan Outsourcing Jakarta


5 Kelemahan Menjadi Karyawan Outsourcing Jakarta

Menjadi karyawan atau pengusaha memang adalah pilihan profesi yang paling tidak sedikit dipilih oleh semua orang. Meskipun demikian, kedua profesi itu tetap memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing yang telah menjadi sebuah pertimbangan sebelum Anda menyimpulkan untuk memilih sebuah profesi.

Menjadi pengusaha memang mempunyai keunggulan yang salah satunya ialah kesuksesan financial yang tidak terbatas, meskipun demikian profesi ini tetap memiliki kelemahan yang mesti disikapi dengan bijak.

Begitu pun dengan karyawan terutama karyawan outsourcing jakarta, profesi yang menawarkan gaji tetap masing-masing bulannya ini pun tetap mempunyai kekurangan.
Berikut ini lima kelemahan menjadi karyawan outsourcing di jakarta :

1.       Tidak terdapat jenjang karir yang jelas
Berprofesi menjadi karyawan memang mesti siap mengekor peraturan perusahaan. Sebagai karyawan outsourcing Jakarta mereka mesti menerima sistem kontrak dari perusahaan, yang mana situasi ini bakal mempersulit masing-masing karyawan guna mendapatkan posisi yang lebih tinggi dan bahkan tidak mungkin. Kondisi berikut yang akhirnya menanamkan pikiran bahwa posisi karyawan outsourcing adalah sebagai buruh perusahaan yang tidak mempunyai jenjang karir.

2.       Masa kerja yang tidak jelas
Berprofesi sebagai karyawan outsourcing akan menyerahkan peluang yang lebih besar untuk karyawan menjadi korban PHK. Karyawan kontrak ini memang paling rentan terhadap PHK jika situasi perusahaan tidak stabil. Bahkan perusaaan dapat melakukan pemecatan dan memutus masa kerja karyawan outsourcing andai perusahaan dalam keadaan kolaps atau bangkrut.

3.       Kesejahteraan tidak terjamin
Lain halnya bila kamu menjadi karyawan tetap, karyawan dengan kedudukan kontrak seringkali tidak begitu dipedulikan kesejahteraannya oleh perusahaan. Salah satu contohnya ialah perusahaan seringkali tidak akan menyerahkan tunjangan untuk karyawan outsourcing jakarta. Dengan jumlah gaji yang tidak terlampau besar serta tidak adanya tunjangan, tentunya akan meminimalisir kesejahteraan masing-masing karyawan outsourcing.

4.       Pendapatan yang terbatas
Menjadi karyawan outsourcing memang biasanya adalah tuntutan. Sulitnya mendapatkanpekerjaan di jaman kini ini memaksa semua pencari kerja untuk menyimpulkan menjadi karyawan outsourcing. Dengan pendapatan yang tidak terlampau besar dan paling terbatas masing-masing bulannya, seringkali menciptakan kehidupan semua karyawan kontrak tidak dapat mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Apalagi andai kondisi perusahaan tidak baik, maka ancaman PHK bakal semakin nyata dan penghasilan dapat nihil.

5.       Potongan gaji yang tidak jelas
Tidak adanya transparansi pemotongan gaji karyawan outsourcing jakarta semakin meminimalisir tingkat kesejahteraan karyawan kontrak. Pemotongan gaji yang rata-rata dapat mencapai 30% gaji karyawan ini pastinya pun akan semakin mempersulit situasi para pekerja degan kedudukan kontrak ini.

Meskipun demikian, lazimnya mereka akan selalu menerima konsekuensi karena tidak ada opsi lain. Berdasarkan lima kelemahan menjadi karyawan outsourcing di atas, dapat kita simpulkan bahwa menjadi karyawan outsourcing memang bukan satu opsi yang lumayan bagus.
Tapi, sebab tuntutan ekonomi yang besar dan minimnya lowongan kegiatan memaksa tidak sedikit masyarakat yang akhirnya menyimpulkan untuk menjadi karyawan meskipun dengan kedudukan kontrak.

Lima kelemahan menjadi karyawan memang seharusnya menjadi semangat baru untuk masyarakat yang kreatif dan berfikir agar tidak memilih profesi ini. Bagaimanapun juga, ada beragam usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang lebih baik. Selain itu ada beberapa keuntungan yang juga bisa Anda nikmati sebagai pekerja outsourcing jakarta.



0 komentar:

Posting Komentar